Sabtu, 15 Oktober 2016

Pemilos (Pemilihan Ketua OSIS) Miniatur Keberhasilan Pendidikan Demokrasi dan Politik Di Indonesia.

Pemilos (Pemilihan ketua OSIS) adalah proses rekruitmen ketua OSIS di lingkup sekolah yang dilaksankan secara demokratis. Di Kabupaten Bantul, DIY sekolah dalam melaksankan Pemilos bekerja sama dengan KPU Kabupaten Bantul. Pelaksanaan pemilos diatur sedemikian rupa seperti halnya Pemilu pada umumnya. Dimulai dari proses awal pendaftran bakal calon ketua dan pengurus OSIS melalui uji kelayakan (fit and proper test) secara ketat. Setelah lolos fit and proper test bakal calon ketua OSIS diperkenankan untuk berorasi menyampaikan visi dan misi program kerja yang akan dijalankan jika berhasil menjabat atau istilah lainnya “kampanye terbuka”. Kampaye terbuka ini dilakukan agar pemilih mengenal calon ketua OSIS beserta program kerja, visi dan misinya.

Setelah selesai masa kampanye tibalah hari dimana pengambilan suara calon ketua OSIS dilaksanakan. Pelaksanaan Pemilos disetting menyerupai pemilu sebenarnya. Pertama, pemilih dari kelas X sampai kelas XII dikondisikan untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) secara bergantian agar proses pembelajaran tetap berjalan dan tidak terganggu. Kedua, setelah pemilih setiap kelas datang ke tempat pemungutan suara dipersilahkan duduk untuk menunggu panggilan dari bagian pendaftaran. Pemanggilan nomor urut berdasarkan nomor presensi kelas secara berurutanan. Ketiga, siswa yang dipanggil kemudian mengambil surat suara dan selanjutnya masuk ke bilik suara untuk melaksanakan mecoblosa surat suara pada salah satu calon ketua OSIS sesuai pilihan hati nurani. Empat, setelah selesai surat suara dimasukan ke kotak suara dan berlanjut kemudian meclubkan tinta di jari manisnya untuk bukti sudah memberikan hak suaranya di Pemilos. Semua proses pemilos ini berjalan secara demokratis luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil) seperti Pemilu Nasional.
 

  Pelaksanaan pemilos yang saya tulis adalah pelaksanaan pemilos di SMA N2 Bantul sebagai miniatur keberhasilan pendidikan politik di sekolah. Pemilos ini dilaksankan atas kerja sama antara Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul dan KPU Kabupaten Bantul untuk perwujudan pendidikan politik di sekolah. Dalam pelaksanaannya pemilos dilakukan oleh MPK (majelis perwakilan kelas) yang terdiri dari perwakilan masing-masing kelas X dan XI. Menurut ketua MPK Samadaba Muhammad Syafi’atol Huda ”Pemilos sudah berjalan lama dan merupakan agenda tahunan di sekolah kami” tuturnya kepada saya. “Pemilos merupakan wadah pendidikan politik yang harus dipahami sebagai siswa sebelum terjun dalam masyarakat” lanjutnya. Sedangkan Pak Mardiman, S.Pd guru PPKn Samadaba mengatakan “Pemilos adalah pendidikan politik yang dipersiapkan untuk menjadi pemilih pemula yang cerdas dan berintegritas dalam proses pemilu dan mengcegah angka golput pada pemilih pemula dalam pelaksanaan Pemilu”.
Pendidkan Politik dan demokrasi di sekolah sangat penting terutama dalam menyiapkan warga negara yang cerdas dan berintegritas sebagai pemilih pemula. Pemilu di Indonesia adalah titik awal dalam menentukan masa depan bangsa 5 tahun kedepan. Tanpa pemilih cerdas dan berintegritas untuk menentukan pemimpin negara, Indonesia akan mengalami degradasi kepemimpinan dalam berbagai hal. Jika semua sekolah di Indonesia dari Aceh sampai Papua melaksankan Pemilos yang demokratis dan berintegritas seperti di Kabupaten Bantul, tentu kecurangan pemilu dan golput di negara Indonesia bisa diminimalisir. Lebih pentingnya lagi pemimpin yang terpilih adalah pemipin yang amanah dan bertanggungjawab, karena pemimpin ini lahir dari kualitas pemilu yang berintegritas luber jurdil. Ini merupakan perwujudan pendidikan politik yang positif dan bisa menjadi acuan kebijakan bagi setiap daerah untuk menyipakan pemilih pemula dan partisipasi politik yang demokratis.
                       
         



#Salam MBMI (Maju Bersama Menerdaskan Indonesia)      

Minggu, 11 September 2016

Lima Tahun SM3T Hadir Untuk Pendidikan Di Batas Negeri (antara sebuah profesi dan pengabdian)

SM3T (sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar dan tertinggal) adalah program yang luncurkan Kementrian Pendidikan lima tahun yang lalu tepatnya 6 September 2011 untuk mengatasi masalah kesenjangan pendidikan di tanah air. Lima tahun sudah program ini berjalan dan berlahan program ini menjadi program unggulan terutama di dunia pendidikan. Sebutan SM3T awalnya asing di dunia pendidikan, tetapi sekarang cukup populer dikalangan pendidikan. Ini karena SM3T sekarang sudah tumbuh menjadi tonggak pendobrak kesenjangan pendidikan di pelosok negeri. Prestasi demi prestasi sudah ditorehkan oleh figur figur muda SM3T. Memotivasi anak negeri di pelosok dan mendidik untuk pemerataan pendidikan menjadi titik keberhasilan program SM3T. 
Awalnya program SM3T sempat diragukan kehadirannya, tetapi seiring perjalanan waktu keraguan ini mulai terjawab karena ternyata banyak harapan dan solusi yang diberikan program ini untuk masalah pendidikan di Indonesia. Selain itu program ini direspon positif oleh para calon pendidik muda di tahan air. Sudah ribuan para calon pendidik muda ambil bagian dari program SM3T. Terobosan yang sangat berani karena para figur figur muda ini harus meninggalkan segala bentuk kemewahan dan kemudahan yang biasa mereka dapat, untuk mengabdi di plosok negeri dengan segala keterbatasan hidup.
Mereka harus meninggalkan orang tua dan sanak sodara demi mengabdikan diri untuk pendidikan generasi penerus bangsa. Lebih jauh dari itu mereka juga harus memulai hidup seadanya di penempatan tugas, termasuk siap hidup tanpa listrik,tanpa sinyal hp, tanpa internet, tanpa motor, tanpa kemewahan, tanpa kemudahan, air yang sulit, budaya yang berbeda, tanpa orang tua, tanpa sodara harus mereka jalani. Ini adalah implementasi 3T yang sebenarnya lebih dari sekedar 3 tapi masih banyak T..T..yang lainya. Semua dijalankan demi memajukan pendidikan di bumi pertiwi Indonesia.

Butuh tekat yang besar dan komitmen yang kuat untuk menjadi peserta SM3T, karena tidak sedikit peserta SM3T yang gugur di tempat tugas demi memajukan dan mencerdaskan generasi anak negeri. Hal ini sudah ditunjukan oleh figur figur muda SM3T mulai dari angkatan I sampai angkatan ke V. Kini tongkat estavet untuk memajukan dan mencerdaskan generasi penerus bangsa di plosok negeri telah berpindah tangan ke SM3T Angkatan VI.
Kita berharap nama besar SM3T yang sudah berjaya di pelosok negeri terus berlanjut dan dijaga konsistensinya, untuk tidak sekedar menjadi program tetapi bisa menjadi acuan kebijakan strategis Kementrian Pendidikan dalam mengatasi masalah pemerataan pendidikan untuk generasi emas Indonesia 2045. Terlepas dari itu semua, SM3T sebagai program unggulan dan segudang prestasi yang diberikan dalam melahirkan sosok figur muda penuh totalitas dan kegigihan tanpa putus asa dalam mamajukan pendidikan, diharapkan bisa menjadi torehan kecil pengorbanan anak negeri untuk barometer dalam penentu kebijakan masalah pendidikan di Indonesia. Selamat hari jadi SM3T yang ke-5 (6 September 2011 – 6 September 2016).

#Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia

Jumat, 02 September 2016

Antara Pendidikan dan Kunci Masa Depan Bangsa


Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan sepiritual dan keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara (UU No. 20 Tahun 2003). Lebih jauh tentang pendidikan di Indonesia menurut saya adalah perbaikan karakter anak untuk menciptakan generasi emas Indonesia tahun 2045. Tekanan yang lebih penting dari pendidikan adalah karakter yang kuat dan cerdas. Karena karakter itu sebagai kunci dari makna pendidikan yang sebenarnya, tujuannya simple untuk menciptakan generasi emas Indonesia. Indonesia itu luas, Indonesia itu kaya, dan Indonesia banyak potensi, Indonesia itu kesempurnaan bumi yang indah, tapi Indonesia sekarang butuh generasi yang memiliki moral dan karakter yang baik, jujur, kerja keras, santun, kuat dan cerdas untuk membangun bangsanya. Indonesia banyak orang yang pintar, tapi apa gunanya kalau kepintarannya hanya digunakan untuk membodohkan rakyat. Pentingnya karakter dan moral harus dibangun dari sekarang, jangan saling tunjuk siapa yang salah, tapi ini menjadi tanggungjawab kita bersama orang tua, guru, masyarakat, pemimpin dan pemangku kepentingan di negeri ini. Bekali anak dengan ilmu agama dan kuatkan akhlaknya dengan keimanan, didik dengan penuh tanggungjawab sebagai orang tua. Dan untuk guru atau pendidik, ajarkan moral dan karakter dalam setiap proses pendidikan. Jangan hanya orientasi pada kecerdasan knowledge tapi coba lihat karakternya. Guru jadilah teladan untuk siswa siswinya dalam bersikap, tunjukan hal positif sebagai guru guna menciptakan moral dan karakter pada siswa. Karena sebenarnya belajar yang paling mudah adalah dengan melihat contoh yang nyata. Di sekolah guru adalah element penting yang menentukan keberhasilan siswa. Dalam istilah Jawa guru itu “digugu lan ditiru” (didengar dan ditiru).
Tulisan ini untuk membangun generasi masa depan Indonesia yang berkarakter dan bermoral sesuai Pancasila. Fenomena yang terjadi di Indonesia sekarang khususnya dibidang pendidikan, di Indonesia masih jauh dari moral Pancasila sebagai way of life. Pendidikan moral dan karakter masih kurang diutamakan di sekolah-sekolah, masih lebih mengutamakan pengetahuan dan ilmu tanpa diimbangi pendidikan moral yang berlandaskan Pancasila. Apalagi jika kita melihat kemajuan tekhnologi yang ada sekarang, bisa terpikirkan betapa bahayanya jika kemajuan teknologi tanpa diimbangi dengan moral dan karakter kuat, cerdas, dan baik. Arus globalisasi bukan menjadikan suatu kemajuan malah bisa menghambat proses kemajuan suatu bangsa jika moral dan karakternya tidak disiapkan. Terlebih tayangan televisi sekarang sangat lah tidak mendidik, hampir semua tanyangan televisi di Indonesia berorientasi bisnis tidak ada unsur pendidikan. Mana pemerintah?? Mana Komisi Penyiaran Indonesia? Tentunya percuma kita teriak seperti itu karena tidak mungkin ada respons.
Bagi saya kunci kesuksesan yang paling penting dalam pendidikan adalah karakter dan moral yang kuat, cerdas, baik sesuai nilai pancasila. Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayai (di depan, seorang pendidik harus memberikan teladan atau contoh tindakan yang baik, di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide,dari belakang seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan) – Ki Hajar Dewantara.
Salam MBMI (Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia).

Selasa, 30 Agustus 2016

Kamis, 25 Agustus 2016

Minggu, 14 Desember 2014

Wahana Pesona Alam Raja Ampat

Kabupaten Raja Ampat adalah salah satu kabupaten yang terkenal di Papua Barat, terutama terkenal dengan wisata alam baharinya. Benar memang kata orang Raja Ampat memiliki alam yang bagus, indah dan asri. Terlebih Raja Ampat adalah salah satu kabupaten yang terdiri banyak pulau. Di Kabupaten Raja Ampat ada 147 Pulau. Salah satunya adalah Pulau Ayau yaitu pulau dimana saya ditempatkan sebagai guru SM3T. Di Ayau memiliki keindahan alam yang luar biasa bagus. Pantai dan telaga di sini sangat indah. Belum pulau pulau yang lain yang ada di sekitar Ayau. Suatu hari saya pernah diajak oleh siswa untuk pergi jalan jalan. Saya pergi jalan jalan ke pulau urbabon atau orang pendatang sering menyebutnya pulau dua. Pesonanya sangat indah sekali. Terlebih ketika air surut, orang disini menyebut air surut dengan istilah "metti". Ketika air surut hamparan pasir sampai kelaut jauh sekali. Pesona yang sangat indah yang saya dapat selama di Ayau. Raja Ampat memiliki banyak pesona alam yang menarik. Banyaknya pulau menjadi kabupaten ini dijuluki kabupaten bahari nan indah. Pulau dua itu terdiri dari tiga pulau. Disana ada tiga pulau kecil tetapi entah mengapa dijuluki pulau dua padahal pulaunya ada tiga. Saya hampir seharian di pulau dua dengan menikmati alam yang indah. Alam yang asri, saya makan menggunakan ikan hasil tangkapan anak anak dengan cara "molo". Lalu ikan tersebut dibakar dan kita makan bersama serasa menyatu dengan alam keadaan seperti ini. Keasrian Ayau menjadi keindahan tersendiri bagi saya. Setelah itu saya mandi dan menikmati indahnya di air laut di pulau dua sambil menunggu sore untuk kemudian pulang. Itu hanya sepenggal cerita saya di sini. Selain itu masih banyak pantai yang lain dan pulau yang lain juga yang tentunya tidak kalah indahnya. Pantai Qui misalnya, pantai ini terletak di Pulau Ayau. Pantainya sangat indah dan bagus. Biasanya saya dan teman SM3T selalu ke pantai ini untuk sekedar mencari "Bia". "Bia" ini adalah semacam binatang laut yang ada kerangnya. Rasanya enak sekali dan saya sangat suka dengan makanan ini begitu juga dengan teman saya. "Bia" adalah jenis sea food. Saya sangat sering makan bia jika kehabisan bekal makanan dan kehabisan ikan, maka alternatifnya adalah mencari "bia". Selain pantai Qui di Pulau Ayau ada pantai yankomondai. Pantai ini letaknya hanya berdekatan dengan pantai Qui yaitu disebaliknya pantai Qui. Pantai Yankomondai juga memiliki pemandangan yang indah dengan karangnya yang ada. Dan selain itu masih banyak pantai lain yang indah indah disini. Saya dan teman teman sering menghabiskan waktu sore hari hanya dengan menikmati sanset.

Perbedaan Adat Istiadat

Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya. Salah satu daerah penempatan yang saya tinggal juga memiliki keberagaman daerah yang berbeda dengan yang lainnya. Daerah kampung Dorhekar Distrik Pulau Ayau memiliki adat istiadat yang unik menurut saya. Disini ada adat "Seruling Tambur" yaitu adat yang digunakan untuk merayakan suatu kegiatan, dan biasanya dilakukan di malam hari secara berkelompok seperti acara peresmian gedung, acara ulang tahun, acara pernikahan, acara kematian, dan acara lainnya. Adat orang Ayau sangat baik dan open terhadap pendatang. Di sini mayoritas orangnya beragama Kristen, tatapi toleransi antar umat beragama sangat baik. Mereka sangat menghargai orang muslim (karena saya adalah beragama Islam). Setiap kita bertemu entah orang tua atau anak anak selalu menyapa (selamat pagi, siang, sore, dan malam). Dimanapun kita ketemu pasti selalu menyapa. Pendatang sangat dihargai di sini, terlebih guru sebagai tenaga pendidik ini sangat dihargai sekali. Suatu saat saya pergi ke acara pernikahan di masyarakat. Adat pernikahan disini menurut saya juga sangat unik. Orang yang menikah dan acara resepsi disini harus mengeluarkan banyak uang. Bagaimana tidak acaranya sangat meriah. Dan mereka yang menikah sebelumnya sudah berkumpul lama dan bahkan sudah memiliki anak. Aneh memang tapi itu adalah adat jadi harus kita hargai. Mereka yang sudah memiliki anak baru mengumpulkan modal (uang) untuk melangsungkan pernikahan. Baru setelah modal ada mereka melangsungkan pernikahan. Jadi jangan heran jika mereka yang menikah sudah memiliki anak besar besar. Acara pernikahan masyarakat di sini dilakukan di Greja dan pengantin jalan dengan diiringi tabuhan suara tambur serta banyak orang yang ikut mengiring. Setelah acara pernikahan di Greja selesai kedua mempelai pengantin kembali pulang diiring banyak orang yang disertai tambur. Setelah sampai rumah dilanjut dengan acara resepsi pernikahan di malam hari. Acara malam hari dihadiri oleh para undangan yang sudah diundang. Acara pertama sambutan dari pembawa acara terus selanjutnya acara saling menyuapi antara kedua mempelai. Saling menyuapi roti dan minum kedua pasangan dan kedua orang tua dari pihak perempuan dan laki-laki. Setelah acara tersebut selanjutnya adalah acara makan malam. Mereka sangat menghargai tamu terutama yang beragama muslim. Jadi untuk acara makan pun mereka pisahkan antara yang muslim dan non muslim. Acara makan berjalan cukup lama karena banyak sekali orang yang datang dan semuanya dipersilakan untuk makan. Setelah acara makan berakhir barulah dilanjut dengan acara selanjutnya yaitu sesuai adat masyarakat Ayau "Puji-pujian". Puji pujian disini mereka melakukan kegiatan rohani agam kristen sambil dipersilakan minum teh dan cemilan roti sampai tengah malam bahkan sampai pagi. Setelah acara puji-pujian selesai baru dilanjutkan dengan acara music atau nyanyian. Acara music disini adalah acara music tradisional dengan gitar kecil tradisional alakadarnya. Mereka bersama sama main gitar sambil bernyanyi music tradisional bahkan dengan goyang dan semuanya berdiri sambil bergoyang (berjoged) menikmati music sampai pagi jam 6 baru lah selesai. Setelah itu baru lah pada pukul 8 pagi dimulai acara selanjutnya sampai siang. Ini adalah wujud adat istiadat pernikahan di kampung Dorhekar, Distrik Pulau Ayau.
Adat yang lain berkaitan dengan pendidikan adalah siswa di sini sangat menghargai guru dan mereka juga takut pada guru. Siswa di sini sering membawakan bapak ibu gurunya ikan. Karena disini ikan masih banyak jadi mereka mencari ikan lalu bapak ibu guru dikasih. Karena di sini ikan sebagai lauk utama. Sayuran dan yang lainnya tidak ada, pasar juga tidak ada jadi kita sangat terbatas masalah makanan. Harapannya kita adalah ikan. Dan cara mencari ikannya pun beragam ada yang dengan memancing dan menjaring ikan. Dan ada juga yang dengan menggunakan cara "Molo Ikan" yaitu menyelam sambil membawa tombak untuk menusuk ikan di dasar laut. Disini serba unik dan menarik, aneh tapi asyik. Ini semua adalah bagian dari keberagaman kekayaan budaya Indonesia. Benar memang Indonesia adalah negara besar yang kaya akan budaya dan pesona alam. Saya bisa menemuinya disini (Pulau Ayau). SM3T Angkatan IV LPTK UNY Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia.

Perbedaan Adat Istiadat

Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya. Salah satu daerah penempatan yang saya tinggal juga memiliki keberagaman daerah yang berbeda dengan yang lainnya. Daerah kampung Dorhekar Distrik Pulau Ayau memiliki adat istiadat yang unik menurut saya. Disini ada adat "Seruling Tambur" yaitu adat yang digunakan untuk merayakan suatu kegiatan, dan biasanya dilakukan di malam hari secara berkelompok seperti acara peresmian gedung, acara ulang tahun, acara pernikahan, acara kematian, dan acara lainnya. Adat orang Ayau sangat baik dan open terhadap pendatang. Di sini mayoritas orangnya beragama Kristen, tatapi toleransi antar umat beragama sangat baik. Mereka sangat menghargai orang muslim (karena saya adalah beragama Islam). Setiap kita bertemu entah orang tua atau anak anak selalu menyapa (selamat pagi, siang, sore, dan malam). Dimanapun kita ketemu pasti selalu menyapa. Pendatang sangat dihargai di sini, terlebih guru sebagai tenaga pendidik ini sangat dihargai sekali. Suatu saat saya pergi ke acara pernikahan di masyarakat. Adat pernikahan disini menurut saya juga sangat unik. Orang yang menikah dan acara resepsi disini harus mengeluarkan banyak uang. Bagaimana tidak acaranya sangat meriah. Dan mereka yang menikah sebelumnya sudah berkumpul lama dan bahkan sudah memiliki anak. Aneh memang tapi itu adalah adat jadi harus kita hargai. Mereka yang sudah memiliki anak baru mengumpulkan modal (uang) untuk melangsungkan pernikahan. Baru setelah modal ada mereka melangsungkan pernikahan. Jadi jangan heran jika mereka yang menikah sudah memiliki anak besar besar. Acara pernikahan masyarakat di sini dilakukan di Greja dan pengantin jalan dengan diiringi tabuhan suara tambur serta banyak orang yang ikut mengiring. Setelah acara pernikahan di Greja selesai kedua mempelai pengantin kembali pulang diiring banyak orang yang disertai tambur. Setelah sampai rumah dilanjut dengan acara resepsi pernikahan di malam hari. Acara malam hari dihadiri oleh para undangan yang sudah diundang. Acara pertama sambutan dari pembawa acara terus selanjutnya acara saling menyuapi antara kedua mempelai. Saling menyuapi roti dan minum kedua pasangan dan kedua orang tua dari pihak perempuan dan laki-laki. Setelah acara tersebut selanjutnya adalah acara makan malam. Mereka sangat menghargai tamu terutama yang beragama muslim. Jadi untuk acara makan pun mereka pisahkan antara yang muslim dan non muslim. Acara makan berjalan cukup lama karena banyak sekali orang yang datang dan semuanya dipersilakan untuk makan. Setelah acara makan berakhir barulah dilanjut dengan acara selanjutnya yaitu sesuai adat masyarakat Ayau "Puji-pujian". Puji pujian disini mereka melakukan kegiatan rohani agam kristen sambil dipersilakan minum teh dan cemilan roti sampai tengah malam bahkan sampai pagi. Setelah acara puji-pujian selesai baru dilanjutkan dengan acara music atau nyanyian. Acara music disini adalah acara music tradisional dengan gitar kecil tradisional alakadarnya. Mereka bersama sama main gitar sambil bernyanyi music tradisional bahkan dengan goyang dan semuanya berdiri sambil bergoyang (berjoged) menikmati music sampai pagi jam 6 baru lah selesai. Setelah itu baru lah pada pukul 8 pagi dimulai acara selanjutnya sampai siang. Ini adalah wujud adat istiadat pernikahan di kampung Dorhekar, Distrik Pulau Ayau.
Adat yang lain berkaitan dengan pendidikan adalah siswa di sini sangat menghargai guru dan mereka juga takut pada guru. Siswa di sini sering membawakan bapak ibu gurunya ikan. Karena disini ikan masih banyak jadi mereka mencari ikan lalu bapak ibu guru dikasih. Karena di sini ikan sebagai lauk utama. Sayuran dan yang lainnya tidak ada, pasar juga tidak ada jadi kita sangat terbatas masalah makanan. Harapannya kita adalah ikan. Dan cara mencari ikannya pun beragam ada yang dengan memancing dan menjaring ikan. Dan ada juga yang dengan menggunakan cara "Molo Ikan" yaitu menyelam sambil membawa tombak untuk menusuk ikan di dasar laut. Disini serba unik dan menarik, aneh tapi asyik. Ini semua adalah bagian dari keberagaman kekayaan budaya Indonesia. Benar memang Indonesia adalah negara besar yang kaya akan budaya dan pesona alam. Saya bisa menemuinya disini (Pulau Ayau). SM3T Angkatan IV LPTK UNY Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia.

Suara Guru SM3T Angkatan IV

Sm3T banyak memberikan hal baru bagi saya. Dengan mengikuti program SM3T saya lebih bisa jadi manusia yang mandiri dan mementingkan kebersamaan. Dan saya juga jadi banyak tau tentang hal lain. Saya menyadari bahwa perbedaan dan kesenjangan di Republik Indonesia memang ada. Dan masih banyak perbedaan perbedaan yang lain sebagai warna bhinekka tunggal ika bangsa Indonesia. Tetapi yang paling utama saya harus banyak bersyukur karena masih banyak saudara saudara kita yang masih jauh dari penghidupan yang saya jalani selama ini. Tapi ini adalah warna beda dari keberagaman republik ini. Saya begitu menikmati apa yang ada sekarang di daerah yang berbeda dan jauh dari pusat pemerintahaan. SM3T juga banyak mengajari saya pentingnya hidup beemasyarakat selain itu di SM3T saya bisa menemukan keceriaan dan kebahagiaan di tempat yang jauh dari keluarga, saudara dan teman teman. Tapi di tempat yang sunyi ini saya masih bisa menikmati hidup yang tenang dan nyaman tanpa kebisingan dan tanpa polusi suara. Tetapi terkadang rasa sedih, kangen dan tangis menghampiri ketika teringat keluarga di tanah jawa sana. Tapi saya sadari bahwa saya tidak perlu sedih nikmati saja apa yang bisa kita nikmati di sini. Karena ini adalah karunia Alloh SWT yang di berikan kepada saya. Bahagia, tawa, tangis dan senang karena gembira sudah saya rasakan. Sebagai guru SM3T ini semua adalah konsekuensi dari tugas negara yang diamanatkan kepada kita untuk mencerdaskan anak bangsa dan menjadi pendidik yang berdedikasi tinggi mengabdi pada negara. Pengabdian ini benar benar penuh makna dan penuh tantangan. Bagaimana tidak kita mengemban tugas yang sangat berat dan penting yaitu harus mampu mencerdaskan anak bangsa yang berada di daerah tiga "T" (terdepan, terluar dan tertinggal). Bagi saya pengabdian sebagai guru adalah bagian dari usaha kita untuk ikut membantu bangsa agar bisa mencerdaskan anak negeri. Ini merupakan sumbangan kita kepada negara untuk ikut andil membangun negara dengan bidang yang saya kuasai. Ini yang bisa saya berikan kepada negara, saya rela meninggalkan keluarga, saudara, dan teman teman demi mengemban tugas dari negara. Sudah selayaknya kita bertanya pada diri kita sendiri "Apa yang sudah saya berikan pada negara, bukan apa yang sudah negara berikan kepada saya". Ini adalah salah satu suara guru SM3T Angkatan IV di tempat yang jauh di tanah Papua (Kampung Dorekhar, Distrik Ayau, Kab. Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, INDONESIA).
Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. SM3T Angkatan IV LPTK UNY.

Sabtu, 13 Desember 2014

Warna beda di Pulau Ayau, Indonesia

Ayau adalah salah satu Pulau bagian dari Kabupaten Raja Ampat. Kabupaten Raja Ampat adalah kepulauan bahari, yaitu kabupaten yang terdiri dari bnyak pulau. Salah satu pulaunya adalah Pulau Ayau yaitu tempat di mana saya selaku guru SM3T ditempatkan. Bagi saya SM3T adalah tugas yang sangat mulia dari negara untuk mengabdi di daerah yang sangat jauh. Tapi ini adalah tugas dan suatu penghargaan bagi saya untuk bisa masuk menjadi bagian dari guru SM3T. Kita yang selalu dimanja dengan kemudahan kemudian harus hidup dalam sebuah keterbatasan. Bagaimana tidak saya hidup disini dengan segala kesederhanaan. Tanpa listrik, tanpa sosial media, tanpa keramaian, tanpa keluarga, tanpa saudara, tanpa pasar, tanpa motor, tanpa transportasi, tanpa kemegahan, tanpa kemudahan, dan masih banyak lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Tapi inilah SM3T. Karena kita benar benar berada di tempat yang terdepan yaitu terdepan dalam jarak. Seperti kita ketahui bahwa indonesia adalah negara yang sangat luas, bahkan di Indonesia terdiri dari 17.000 pulau baik yang dihuni ataupun pulau yang tidak berpenghuni. SM3T "T" yang kedua adalah terluar, saya benar benar ditempatkan di suatu pulau yang terluar. Bagaimana tidak terluar pulau yang saya tempati adalah pulau perbatasan. Pulau Ayau adalah perbatasan langsung dengan Republik Palau dan Philihina. Bagian distrik paling utara dari Kabupaten Raja Ampat. Daerah ini adalah masuk dalam definisi daerah kepulauan terluar dari bagian dari Indonesia. Suatu kebanggaan bagi saya ditempatkan di daerah terluar Indonesia. Dan selanjutnya adalah "T" yang terakhir dari sebutan SM3T. "T" ini adalah tertinggal. Daerah Pulau Ayau masuk dalam kategori daerah tertinggal. Bagaimana tidak tertinggal daerah ini tanpa listrik, daerah ini juga sama sekali tidak ada alat transportasi bahkan untuk keamanan daerah ini tidak ada Pos Polisi atau Polsek dan Koramil. Tidak ada pasar apalagi swalayan sama sekali tidak ada. Yang ada hanyalah suatu kesederhanaan kemana-mana hanya jalan kaki dan naik prahu. Inilah makna tertinggal bagi saya. Dan siswa di tempat saya mengajar juga sangat berbeda dengan daerah Jawa tempat asal saya. Disini sangat jauh sekali tertinggal. Ini adalah wujud ketidaksetaraan pendidikan di Indonesia.
Ini adalah cerita saya dalam keadaan yang seadanya dan keterbatasan.

Lebaran Idul Adha di Kampung Dorekhar, Distrik Ayau

05 Oktober 2014 adalah hari Raya Idul Adha. Dan saya masih di tempat tugas di Dorekhar Distrik Ayau. Suasananya sungguh berbeda dengan di Jawa. Bagimana tidak Dorekhar adalah daerah yang mayoritas penduduknya beragama non muslim (Kristen). Tetapi walaupun penduduknya mayoritas beragama non muslim toleransi beragama di sini sangat bagus dan baik. Masyarakat menghormati keberagaman perbedaan agama. Sehingga saya dan teman teman tetap bebas menunaikan ibadah sesuai agama masing masing.
Lebaran haji tahun ini saya rasakan berbeda dengan tahun tahun yang lalu. Karena saya menunaikan hari raya idul adha jauh dari keluarga di jawa sedangkan saya di Papua. Walaupun jauh di Papua tetapi saya tetap bisa melaksanakan sholat idul adha dengan segala keterbatasan yang ada. Bagimana tidak kami melaksanakan sholat idul adha hanya ber.10. Kami melaksanakan sholat idul adha 10 orang saya di tugaskan menjadi billal dan khatib sholat idul adha. Pengalaman baru dan suasana baru yang tidak mungkin bisa saya lupakan. Dengan keadaan seperti ini kita lebih bisa memahami nikmat Alloh SWT yang sesungguhnya. Karena dengan keadaan seperti ini kita harus melaksanakan sholat idul adha dengan penuh keterbatasan. Tanpa ada binatang kurban. Tetapi alhamdulillah masih ada nikmat Alloh yang di berikan kepada saya yang tiada duanya. Kesehatan, kenikmatan, kecukupan, keberkahan, riski dan rejeki, serta nikmat yang begitu besar layak kita syukuri. Di tempat ini saya masih bisa menjalankan sunah dan kewajiban saya sebagai seorang muslim. Puji syukur yang sangat besar saya aturkan pada Alloh SWT. Ini adalah bagian pengalaman yang tidak bisa saya lupakan sampai kapanpun. Pulau Ayau sangat membantu saya membukakan syukur yang begitu besar kepada Sang Pencipta. Ini adalah bagian dari cerita hidup saya dan kehidupan yang sangat alami.

SM3T Angkatan IV di Pulau Ayau

10 September 2014 adalah awal saya menginjakan kaki pertama kali di tanah Pulau Ayau di Dorekhar, setelah melalui perjalanan satu malam dari Sorong menggunakan kapal. Di Ayau tidak ada dermaga jadi saya harus berganti dari kapal besar ke prahu kecil (bodi). Di Pulau Ayau Dorekhar udaranya sangat panas. Saya harus beradaptasi dengan udara panas, dengan lingkungan baru, dengan budaya baru dan dengan keadaan yang serba terbatas. Di Dorekhar masih belum ada aliran listrik dan sinyal hp masih sangat sulit. Ini adalah keadaan yang serba terbalik ketika saya berada di Jawa. Saya harus belajar banyak dengan ikut sm3t. Di Dorekhar sinyal internet juga belum ada. Jadi saya tidak pernah update media sosial karena keadaan yang serba terbatas. Saya tidur tanpa listrik itu yang hampir tidak pernah alami di jawa. Dan saya tidak pula menonton televisi. Benar benar keadaan yang harus saya hadapi dengan penuh perjuangan.
Dari sisi lain kenyataan yang ada di Pulau Ayau, Dorekhar masih ada banyak hal yang buat saya kagum. Di sini keindahan alam masih sangat bagus, alami dan asri. Belum ada tangan tangan jail yang merusak alam Dorekhar. Pantai dan teluk serta keadaan alamnya semua bagus bahkan pantai semuanya adalah pasir putih. Indah, bagus dan alami adalah wujud alam dari Pulau Ayau, Dorekhar. Disini tidak ada motor apalagi mobil. Satu satunya transportasi yang ada hanyalah prahu kecil (bodhi). Mayoritas orang Dorekhar berkerja sebagai nelayan jadi hampir setiap hari saya makan dengan menggunakan ikan laut. Hampir setiap hari sabtu anak anak membawakan ikan untuk bapak ibu guru yang tinggal di komplek sekolah. Saya selama di sini tinggal di perumahan sekolah yang terletak di kompleks sekolah. Saya mengajar di SMA N 9 Raja Ampat yang letaknya berdekatan dengan SMP N 8 Raja Ampat. Jadi kami tinggal di kompleks sekolah dengan guru guru yang lain. Dorekhar memang sangat luar biasa banyak hal yang bisa saya dapat selama berada di sini.

Jumat, 12 Desember 2014

Pemberangkatan SM3T Raja Ampat

Minggu, 31 Agustus 2014 adalah hari yang cukup menyedihkan bagi saya. Karena saya harus meninggalkan Jawa untuk berangkat ke tempat tugas Raja Ampat di Papua, sebagai pejuang bangsa. Pagi sekitar jam 10.00 WIB saya diantar Ibu, kakak dan Budhe saya ke Yogyakarta untuk selanjutnya berangkat ke Papua. Rasa sedih, senang, dan berat mengiringi keberangkatan saya ke Papua. Sampai di UNY sekitar pukul 15.00 WIB. Saya langsung bergabung dengan teman teman untuk mengikuti breafing sebelum berangkat. Dan sekitar jam 16.00 WIB kami SM3T Raja Ampat dari UNY Berangkat naik bis ke bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Saya berpamitan dengan Ibu. Saya kepengin nangis karena akan pergi selama 1 tahun mengabdi pada negara di Papua. Tapi Ibu menguatkan saya dan saya akhirnya pergi berpamitan untuk berangkat. Kami berangkat jam 19.00 Wib dari Yogjakarta sampai Makasar jam 22.00 WITA. Kami mengunggu di Bandara Sultan Hassanudin Makasar sampai jam 02.00 WITA Untuk meneruskan perjalanan sampai Sorong. Dan jam 05.30 WIT akhirnya kami sampai Sorong. Kami langsung di jemput untuk melanjutkan perjalanan ke Waisay ibu kota kabupaten Raja Ampat menggunakan kapal cepat. Dan selang 2 jam dari Sorong kami akhirnya sampai di Raja Ampat. Sesampainya kami di Raja Ampat kami langsung bertemu dengan SM3T yang berasal dari UNJ, UNESA yang sudah terlebih dahulu datang. Kami berkumpul dan akhirnya dibagi lokasi penempatan masing-masing. Dan saya dapat penempatan di SMA N 9 Raja Ampat di Dorekhar, Distrik Ayau. Dan kami menunggu dijemput kepala sekolah untuk bareng ke tempat tugas. Saya menunggu 3 hari akhirnya saya dijemput untuk ke Sorong di rumah kepala sekolah. Dan kami bertiga (Hari, Deti, Juni) berangkat ke Sorong di rumah kepala sekolah. Kami hampir satu minggu di Sorong untuk menunggu kapal berangkat ke Dorekhar, Distrik Ayau. Setelah 1 minggu berangkatlah kami bertiga Ke Ayau menggunakan kapal.

Jumat, 05 September 2014

Lagu Prakondisi SM3T di AAU

Lagu lagu ini diberikan oleh Pelatih Eddy di AAU.

Tinggalkan ayah tinggalkan ibu
Ijinkan kami pergi berjuang
Di bawah kibaran sang merah putih
Majulah ayo maju bangsaku
  Tidak kembali pulang
  Sebelum kita yang menang
  Walau rasa rindu tak tertahankan
  Demi bangsa ku rela berjuang

Lagu berikutnya.

Rambate ratahayu tarik napas.korsa
Rambate ratahayu tarik napas.korsa
Andaikan aku burung
Aku akan terbang
Satu tahu lagi aku akan pulang
  Bangun pagi" menuju kelapangan
  Untuk mengikuti latihan kemiliteran.
  Ingin rasanya aku segera pulang
  Namun latihan belum usai juga
Mau makan jalan jongkok
Habis makan kena tonjok
Dan di bentak bentak
Wahai pelatihku betapa kejam dirimu
Wahai pelatihku betapa jeli matamu
Akankah kau tau apa isi hatiku
Ku cinta pada.mu ku cinta padamu

Lanjut lagu.

Dulu aku bercita cita
Menjadi abdi negara
Berdiri tegak gagah perkasa
Tunaikan tugas yang mulia
  Kini aku sedang di tempa
  Oleh gemblengan para pembina
  Lupa sanak lupa saudara
Saya tahan rasa sakit
Tidak masuk rumah sakit
Saya tahan menderita
Siang malam ku ditempa
Walau hatiku ditempa
Hatiku selalu gembira
Gembira selama lamanya.
  Lupakan saja semuanya

Kamis, 04 September 2014

Awal Perjuangan SM3T

Setelah lulus kuliah dan wisuda saya bekerja sebagai surveyor bersama asep ( teman kuliah) samapai kira kira bulan juli. Setelah itu saya mendaftar sebagai peserta SM3T ( Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal ).saya dapat pengumuman posting pendaftaran SM3T dr upload facebook teman. Terus saya mendaftar sekitar pertengahan bulan juni. Dan awal juli saya mengikuti test masuk SM3T di UNY. Seleksi masuk SM3T sangat lah ketat. Karena kita melakukan 3 kali seleksi. Pertama seleksi administrasi, kedua seleksi test online, ketiga seleksi wawancara, kesehatan, dan kelengkapan dokumen. Alhamdulillah saya selesai mengikuti semua tahapan test yang ada sehingga sekitar akhir juli saya dapat pengumuman diterima di SM3T. Rasa bangga dan sedih bercampur jadi satu. Bangga karena dapet di terima dan bekerja serta sedih harus meninggalkan keluarga dan pacar serta orang terdekat selama 1 tahun. Saya sangat berharap bisa ditempatkan di Kab. Raja Ampat Papua. Ternyata sekitar bulan agustus akhir saya dapat pengumuman dapat penempatan di Kab. Raja Ampat sesuai keinginanku. Mungkin Alloh mendengar dan mengabulkan doa saya untuk dapat diterima di Raja Ampat. Setelah proses tahapan pendaftaran sampai regestrasi selesai saya harus mengikuti tahapan yang terakhir yaitu "Prakondisi SM3T di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta.

Selasa, 26 Agustus 2014

Sebuah pilihan hidup

Saya adalah mahasiswa UNS yang lulus tahun 2013 tapi karena suatu hal saya baru bisa wisuda tahun 2014. Tanggal 8 maret 2014 adalah salah satu hari bersejarah bagi saya karena saya bisa wisuda. Rasa senang dan gembira mewarnai hidup saya. Apa lagi saya waktu itu wisuda bareng dengan pacar saya. Hehe
Perjuangan meraih wisuda saya rasakan penuh dengan perjuangan. Karena proses itu tidak semudah apa yang dibayangkan. Wisuda saya penuh dengan keberuntungan dan pengorbanan. Tapi berkat dukungan dari pacar, saya akhirnya bisa merasakan wisuda bersama. Sabtu 8 maret 2014 adalah hari wisuda. Keluarga saya Bapak, Ibu, kakak, dan Budhe semua menghadiri wisudaku. Mereka datang dari Kebumen ke Solo. Sabtu pagi 8 Maret 2014 jam 7 pagi saya datang kerektorat dengan keluarga saya untuk mengikuti acara seremonial wisuda. Ceria, senang, gembira bercampur haru mewarnai prosesi wisuda. Karen saya berpikir setelah wisuda nanti saya bakalan meninggalkan kota solo untuk mencari kerja. Saya juga harus mebinggalkan teman teman kuliah, teman kost, dan teman di solo. Teman kuliah yang sudah saya anggap seperti keluarga harus berpisah. Rasanya sedih banget. Tapi ini adalah proses kehidupan, mau gak mau harus saya hadapi. Apri ari, Asep, Pipit, dan Samuri adalah teman kuliah yang setiap hari bareng dari pagi sampai dengan malam hari. Kita bercanda bersama di kost sampai larut malam. Tapi sekarang semua itu hanyalah kenangan karena saya tau "Semua yang dipertemukan pasti suatu saat akan dipisahkan".
Setelah acara wisuda selesai saya mulai dihantui rasa pengangguran. Tapi untungnya saya langsung bisa ikut kerja sampingan dengan asep (taman kuliah) dan angga (teman) yaitu sebagai survayer PTC Pertamina di Tulungagung dan Ngajuk (Jatim). Mungkin sampai sini duli cerita saya hari ini. Next time lanjut lagi. Selamat malam.

Senin, 23 Desember 2013


TUGAS
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Demokrasi dan Pemilu
Dosen Pengampu : Muh Muhtarom, S.Ag. M.Si

Oleh :
Dwi Hari Saputro
K6409024

1.      Sebutkan lima kriteria negara demokratis  secara urut!
Menurut Franz Magnis Suseno, kriteria negara demokratis adalah sebagai berikut :
a)      Negara terikat demokratis hukum
b)      Kontrol efektif terhadap pemerintahan oleh rakyat
c)      Pemilu yang bebas
d)       Prinsip mayoritas
e)      Adanya jaminan terhadap hak-hak demokratis
2.      Jelaskan masing-masing kriteria negara demokratis tersebut!
a)      Negara terkait demokratis hukum
negara hukum yang bersifat demokratis dan yang mengusahakan keadilan social. Maka sudah seyogianya hakikat negara hukum demokratis harus di pahami secara mendalam sehingga keterlibatan seluruh warga negara dalam membangunnya berdasar kokoh. Karena Negara dalam hal ini harus menjamin adanya hukum yang demokratis menyangkut terwujudnya suatu keadilan social bagi rakyat dengan mewujudkan hukum yang adil dan independent.
b)      Kontrol efektif terhadap pemerintahan oleh rakyat
Dalam setiap Peraturan Perundangan yang dikeluarkan oleh pemerintah, aspek peran serta atau keterlibatan masyarakat pastilah ada dan menjadi bagian yang selalu tidak terpisahkan dari seluruh peraturan tersebut. Oleh karena itu rakyat sangat dipentingkan dalam proses bernegara. Control rakyat terhadap pemerintah bisa secara langsung ataupun melalui perwakilan pelembagaan yang ada yaitu DPR. Oleh karena itu, salah satu kunci keberhasilan dari sebuah negara merdeka dalam menata bangsanya adalah adanya relasi yang baik dan produktif antara negara (state) dan masyarakat (society) dalam mewujudkan rakyat yang sejahtera. Hubungan yang baik dan dinamis antara negara dan rakyat ditandai dengan kuatnya check and balances antara keduanya.
c)      Pemilu yang bebas
Pemilu yang bebas ialah pemilu langsung. Pemilu yang dilaksanakan secara langsung oleh masyarakat untuk memilih para pemimpin Negara dan tidak terpengaruh oleh unsur unsur lain. Bebas berarti dari bebas memilih berdasar hati nurani rakyat.
d)     Prinsip mayoritas
Perinsip mayoritas merupakan pengambilan suatu keputusan secara bersama oleh lembaga dewan perwakilan rakyan yang dilakukan secara musyawarah dan mufakat untuk mencapai suatu keputusan. Pemerintah merupakan perwakilan dari kaum mayoritas karena pemerintah dipilih oleh kaum mayoritas. Jika keputusan oleh seluruh rakyat adalah keputusan mayoritas, pasti dalam hal ini untuk mencapainya dibutuhkan kompromi dan konsensus. Karena Demokrasi terkadang diidentikkan sebagai kehendak mayoritas. Karena pada Negara demokrasi berlaku penghormatan hak-hak minoritas dan mayoritas.
e)      Adanya jaminan terhadap hak-hak demokratis
Hak hak demokratis ialah hak hak yang menyangkut HAM. Jaminan hak asasi manusia memastikan bahwa pemerintah tidak dapat menyalahgunakan hukum untuk tindakan yang tidak adil atau tercela maksudnya adalah Salah satu ciri dari negara hukum atau the rule of law adalah adanya jaminan perlindungan HAM oleh negara kepada warga negara. Makna jaminan perlindungan di sini adalah bahwa negara memiliki kewajiban (state obligation) untuk mempromosikan (to promote), melindungi (to protect), menjamin (to guarentee),  memenuhi (to fulfill), memastikan (to ensure) HAM.
3.      Apakah Indonesia sudah masuk dalam kriteria negara demokratis ? Jelaskan dengan menggunakan lima kriteria di atas!
Indonesia sebenarnya sudah masuk dalam kriteria negara demokratis menurut Franz Magnis Suseno jika dilihat dari segi proseduralnya. Karena berdasarkan teori ada Indonesia masuk dalam Negara demokratis seperti adanya pembagian kekuasaan atar legeslatif, eksekutif, dan yudikatif serta adanya system kepartaian dan diaturnya jaminan HAM dalam UUD 1945 dan Indonesia sudah penganut pemilu langsung dan bebas . Namun dalam kenyataannya atau penyelenggarannya Indonesia belum sesempurna prosedur atau teori yang ada. Banyaknya permasalahan didalam negri yang menyangkut pelanggaran pelanggaran demokratis menjadi bukti bahwa dalam penyelenggaraannya belum sepenuhnya berpaku pada kelima criteria yang ada. Indonesia menjadi Negara demokrasi yang keblabasaan atau demokrasi yang mengarah keliberal sehingga banyak sekali hak hak demokratsi yang sudah tidak sesuai dengan aturan aturan yang ada. Demokrasi di Indonesia sudah sangat bebas akibatnya kecarut marutan Negara menjadi problem masalah tersendiri. Jadi memang Indonesia hanya memenuhi aspek substansinya saja dari criteria Negara demokratis.